7 Prasasti Yupa Kerajaan Kutai: Definisi, Isi, Pembuat, Penemuan

Yuk, baca artikel ini yang membahas tentang 7 prasasti yupa kerajaan kutai, mulai dari definisi, isi, pembuat, dan penemuannya secara lengkap.

Prasasti Yupa Kerajaan Kutai yang berusia lebih dari 1500 tahun merupakan artefak bersejarah yang mengungkap keberadaan kerajaan tertua di Indonesia.

Penemuan dan isi prasasti ini sangat monumental dan membuka tabir asal-usul peradaban kerajaan Nusantara serta awal munculnya aksara di Indonesia.

Oleh karena itu, di dalam artikel ini, kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai 7 prasasti yupa kerajaan kutai, mulai dari definisi, isi, pembuat, dan penemuannya.

Yuk, baca artikel ini sampai selesai untuk mengetahuinya.

Apa itu 7 Prasasti Yupa Kerajaan Kutai?

gambar prasasti yupa

Prasasti Yupa merupakan artefak bersejarah yang sangat penting dari Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. 

Prasasti ini terdiri dari tujuh tiang batu andesit dengan tinggi kurang lebih 1,5 meter yang ditulis dengan menggunakan aksara Pallawa dari India Selatan dan bahasa Sansekerta. Isinya menceritakan sejarah Kerajaan Kutai serta silsilah raja-rajanya.

Prasasti Yupa berasal dari abad ke-4 Masehi pada masa pemerintahan Maharaja Mulawarman, raja ke-3 Kerajaan Kutai. 

Penemuan prasasti tersebut sangatlah monumental karena membuktikan Kutai sebagai kerajaan tertua di Indonesia yang telah ada pada abad ke-4. Tidak hanya itu, Prasasti Yupa juga dianggap sebagai bukti fisik tertua dimulainya zaman aksara di Indonesia.

Pembuat 7 Prasasti Yupa Kerajaan Kutai

gambar kasta brahmana

Prasasti Yupa yang berjumlah tujuh buah diperkirakan dibuat atas prakarsa Raja Mulawarman dari Kerajaan Kutai sekitar abad ke-4 Masehi. Raja Mulawarman merupakan raja ketiga Kerajaan Kutai menggantikan raja kedua yaitu mulawarman.

Para ahli menduga pembuat prasasti tersebut adalah para brahmana, yaitu golongan tertinggi dalam kasta masyarakat Hindu. Hal itu karena para Brahmana sangat melek huruf dan mahir menulis. Diperkirakan tugas brahmana di Kutai kemungkinan meliputi aktivitas keagamaan dan mendokumentasikan peristiwa penting dalam Kerajaan Kutai.

Prasasti Yupa dipercaya dibuat untuk mengenang perbuatan mulia dan prestasi Raja Mulawarman. Ia adalah raja ketiga Kutai yang berjasa mengembangkan Kerajaan Kutai menjadi salah satu kerajaan terkemuka di Nusantara pada masanya. Pencapaian Mulawarman baik dalam bidang politik, sosial, budaya, dan ekonomi tersebut dicatat oleh para brahmana dalam bentuk prasasti.

Letak Penemuan 7 Prasasti Yupa Kerajaan Kutai

gambar prasasti yupa peninggalan kerajaan kutai

Prasasti Yupa yang berjumlah tujuh buah batu bertulis ditemukan oleh seorang peneliti Belanda bernama W.P Groeneveldt pada tahun 1879. Penemuan itu berlokasi di sekitar Bukit Belubus, dekat Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, provinsi Kalimantan Timur.

Ketujuh prasasti itu berdiri tegak dengan formasi melingkar mengelilingi sebuah makam kuno. Diperkirakan makam tersebut adalah makam pendiri Kerajaan Kutai, yaitu Raja Kudungga, atau makam raja-raja awal Kutai lainnya.

Saat ditemukan, kondisi prasasti masih cukup utuh meski bagian atasnya sudah aus termakan zaman. Tulisan di prasasti masih dapat terbaca dengan jelas walau ada beberapa bagian yang memudar akibat lumut yang tumbuh di permukaannya.

Dengan ditemukannya Prasasti Yupa ini, maka diketahuilah jejak tertua peradaban kerajaan di Indonesia yang berasal dari abad ke-4 Masehi.

7 Prasasti Yupa Kerajaan Kutai dan Isinya

gambar prasasti yupa

Prasasti Muarakaman I

Prasasti Yupa Muarakaman I merupakan salah satu dari tujuh prasasti peninggalan Kerajaan Hindu Kutai. Dipahat pada abad ke-4 Masehi, prasasti ini memiliki ukuran panjang sekitar 1,8 meter dengan lebar sekitar 40 cm.

Tulisan pada prasasti yupa terdapat pada salah satu sisi tiang batunya sepanjang 12 baris menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta. Isinya menceritakan silsilah keturunan raja-raja Kutai yang artinya, yaitu:

  • Sri Maharaja Kudungga, raja pertama Kutai dan pendiri Wangsa Kutai
  • Putranya Aswawarman yang memiliki 3 putra
  • Salah satu putra Aswawarman adalah Mulawarman, raja kedua Kutai, orang yang sangat berwibawa dan perkasa. Ia digambarkan memiliki sifat tapa (bertapa), bala (kekuatan), dan dama (pengendalian diri).
  • Pada masa pemerintahan Mulawarman, Baginda mengadakan upacara korban (yajña) bernama Bahusuwarnnaka yaitu pemberian hadiah berupa emas dalam jumlah banyak.
  • Untuk memperingati upacara tersebut kemudian didirikan sebuah tugu peringatan (yūpa) atas prakarsa para Brahmana.

Kini, Prasasti Yupa Muarakaman I ini disimpan dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia lantai 1 gedung baru sebagai salah satu artefak bersejarah peninggalan Kerajaan Hindu tertua di Indonesia.

Prasasti Muarakaman II

Prasasti Yupa Muarakaman II merupakan salah satu dari tujuh prasasti Kerajaan Hindu Kutai yang ditemukan. Bentuknya yang paling tinggi di antara prasasti Yupa lainnya dengan ukuran sekitar 2 meter.

Pahatan tulisan prasasti terdapat di bagian depan sepanjang 8 baris menggunakan aksara Pallawa dalam bahasa Sanskerta. Terjemahan isinya bercerita bahwa:

  • Sang Raja Mulawarman, penguasa agung dan termashyur Kerajaan Kutai,
  • Telah memberikan suatu sumbangan atau sedekah (dāna) berupa 20.000 ekor sapi,
  • Kepada para Brahmana yang bagaikan api di tempat suci bernama Waprakeswara.
  • Pemberian mulia Raja tersebut kemudian diabadikan dengan pendirian sebuah Yupa (tugu peringatan) yang dikerjakan oleh para Brahmana yang datang (ke Kutai).

Saat ini prasasti bersejarah ini disimpan di Museum Nasional Indonesia lantai 2, sebagai salah satu bukti peninggalan Kerajaan Hindu tertua di Indonesia. 

Selain itu, prasasti ini juga memberikan gambaran hubungan antara raja dan kaum Brahmana serta sistem religi dan sosial pada masa itu.

Prasasti Muarakaman III

Prasasti Yupa Muarakaman III merupakan satu dari tujuh prasasti peninggalan Kerajaan Hindu Kutai. Prasasti batu ini bertuliskan 8 baris kalimat dalam bahasa Sanskerta dengan menggunakan aksara Pallawa.

Terjemahan isinya menceritakan bahwa:

  • Sri Maharaja Mulawarman, sang penakluk yang termashyur dan memiliki kemasyhuran luhur,
  • Hendaknya para Brahmana terkemuka dan orang-orang suci yang lain mendengarkan perbuatan baik Baginda.
  • Raja telah memberikan banyak dana untuk memberi makan orang banyak, pohon pemenuh keinginan (kalpavṛkṣa), dan tanah.
  • Sebagai tanda terima kasih atas kebajikan dan jasa Sang Raja, para Brahmana mendirikan Yupa (tugu) peringatan.

Dengan demikian, isi Prasasti Yupa Muarakaman III kembali menceritakan kemurahan hati Raja Mulawarman. Dimana raja memberikan sumbangan dalam jumlah besar yang diabadikan dalam bentuk pendirian tugu oleh kaum Brahmana.

Kini prasasti tersebut tersimpan di Museum Nasional Indonesia lantai 1 sebagai artefak peninggalan Kerajaan Hindu Kutai.

Prasasti Muarakaman IV

Prasasti Yupa Muarakaman IV merupakan salah satu dari tujuh buah prasasti peninggalan Kerajaan Hindu Kutai yang berhasil ditemukan. Diperkirakan prasasti ini juga berasal dari abad ke-4 Masehi sama seperti prasasti Yupa lainnya.

Sayangnya, kondisi batu prasasti yang satu ini sudah aus sehingga tidak dapat terbaca lagi tulisannya. Namun para arkeolog menemukan guratan pahatan berupa 11 baris tulisan menggunakan aksara Pallawa pada sisi depan prasasti.

Meskipun isinya tidak lagi dapat dibaca, para ahli meyakini bahwa muatan tulisan pada Prasasti Yupa Muarakaman IV ini seperti prasasti Yupa lainnya. Dimana prasasti yupa lainnya menceritakan perbuatan mulia dan kemurahan hati Raja Mulawarman dari Kerajaan Hindu Kutai.

Saat ini, Prasasti Yupa Muarakaman IV yang kondisinya sudah aus disimpan dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, tepatnya di sisi selatan gerbang menuju ruang prasejarah bagian belakang gedung lama.

Prasasti Muarakaman V

Prasasti Yupa Muarakaman V merupakan salah satu dari tujuh prasasti peninggalan Kerajaan Hindu Kutai. 

Pada prasasti ini terdapat 4 baris pahatan tulisan yang terbaca dengan jelas pada bagian depan batu prasasti yupa. Berbunyi dalam bahasa Sanskerta yang artinya:

  • Raja Mulawarman telah memberikan Gunung Minyak Kental,
  • Bersamaan dengan lampu dan karangan bunga melati sebagai persembahan.
  • Yupa (tugu peringatan) ini dibuat untuk mengenang kedua pemberian tersebut.

Isinya menceritakan bahwa Raja Mulawarman memberikan sumbangan berupa gunung minyak kental (mungkin ghee atau minyak samin). Sedangkan, lampu dan karangan bunga melati kepada para Brahmana. Tugu batu kemudian didirikan sebagai penanda atas pemberian tersebut.

Saat ini Prasasti Yupa Muarakaman V disimpan di Museum Nasional Indonesia, pada sisi selatan dinding gerbang menuju ruang prasejarah bagian belakang gedung lama.

Prasasti Muarakaman VI

Prasasti Yupa Muarakaman VI merupakan salah satu dari tujuh prasasti peninggalan Kerajaan Hindu Kutai yang berhasil ditemukan. Prasasti ini dipahat pada abad ke-4 Masehi yang terdapat 8 baris tulisan pada sisi depan prasasti dengan menggunakan aksara Pallawa dalam bahasa Sanskerta.

Sayangnya, kondisi batu prasasti sudah pecah pada bagian atas dan sisi kirinya sehingga beberapa kata di ujung baris tertentu tidak dapat terbaca. Namun isi yang tersisa adalah:

  • Selamatlah Sri Maharaja Mulawarman yang terkenal itu!
  • Pemberiannya telah tertulis di tempat yang luas ini,
  • Berupa air, keju ghee (samin), minyak kapila, dan sebelas ekor sapi jantan,
  • Yang telah Baginda anugerahkan kepada para Brahmana, wahai Baginda!

Jadi isinya menyebutkan ucapan selamat dan memuji Raja Mulawarman yang telah memberi persembahan air, minyak samin, minyak kapila (mungkin minyak wijen), dan 11 ekor sapi jantan kepada kaum Brahmana.

Kini Prasasti Yupa Muarakaman VI ini disimpan dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, pada sisi selatan dinding gerbang menuju ruang prasejarah bagian belakang gedung lama.

Prasasti Muarakaman VII

Prasasti Yupa Muarakaman VII merupakan satu dari tujuh prasasti peninggalan Kerajaan Hindu Kutai. Pada prasasti ini terdapat 8 baris tulisan pada sisi depan dengan menggunakan aksara Pallawa dalam bahasa Sanskerta.

Sayangnya, kondisi prasasti ini sudah aus di beberapa bagian sehingga beberapa aksara tidak terbaca. Namun dari yang masih tersisa, isinya menceritakan yang artinya:

  • Sri Maharaja Mulawarman, setelah menaklukkan musuhnya,
  • Melakukan korban kuda sesuai raja-raja terdahulu seperti Yudhistira.
  • (Raja Mulawarman) memberikan 40.000 (emas?) di Waprakeswara,
  • Kemudian memberikan lagi 30.000...
  • Dan berbagai macam dana kebajikan. Raja yang berbudi luhur ini
  • Menyalakan pelita di langit, di kotanya sendiri...
  • Yupa (tugu batu) ini didirikan oleh para Brahmana atas perintah Baginda.

Meskipun tidak lengkap, isinya menggambarkan kebesaran Raja Mulawarman yang gemar melakukan korban/yajña dan memberikan dana kebajikan dalam jumlah besar. Hal itu menjadi pujian dan diabadikan oleh para Brahmana lewat tugu Yupa ini.

Kesimpulan

gambar prasasti yupa

Prasasti Yupa merupakan tujuh buah tugu batu peninggalan Kerajaan Hindu Kutai di Kalimantan Timur yang berasal dari abad ke-4 Masehi. 

Prasasti tersebut ditulis menggunakan aksara Pallawa berisi informasi penting tentang silsilah raja Kutai khususnya Raja Mulawarman.

Penemuan dan isi Prasasti Yupa sangat monumental karena membuktikan Kutai sebagai kerajaan tertua di Nusantara yang telah ada pada abad ke-4 Masehi. Selain itu, Prasasti Yupa juga menjadi bukti fisik dimulainya zaman aksara di Indonesia.

Prasasti Yupa diperkirakan dibuat atas prakarsa Raja Mulawarman oleh para brahmana untuk mengenang jasa dan kebaikan hati raja serta peristiwa penting pada masa pemerintahannya.

Ketujuh prasasti ditemukan tahun 1879 oleh W.P Groeneveldt di Kalimantan Timur tepatnya di Bukit Belubus dekat Muara Kaman. Meski beberapa prasasti sudah aus, kebanyakan isinya masih dapat terbaca dengan jelas hingga kini disimpan di Museum Nasional sebagai artefak bersejarah.