Perhiasan Zaman Praaksara: Definisi, Bahan, dan Fungsi

Apakah Anda penasaran dengan perhiasan yang berkembang pada zaman praaksara? Maka dari itu, cari tahu tentang perhiasan zaman praaksara disini.

Perhiasan telah menjadi bagian penting dari peradaban manusia sejak zaman praaksara.

Perhiasan pada zaman praaksara yang dibuat oleh manusia purba dari terbuat dari berbagai bahan, seperti batu, tulang, kerang maupun perunggu.

Bahkan, perhiasaan saat itu memiliki berbagai fungsi yang penting dalam kehidupan manusia praaksara. 

Di dalam artikel ini, kami akan menjelaskan perhiasan zaman praaksara, mulai dari definisi, bahan, ciri-ciri, dan fungsinya secara lengkap.

Yuk, baca terus artikel ini sampai selesai untuk mengetahuinya.

Apa yang Dimaksud dengan Perhiasan Zaman Praaksara?

gambar perhiasan zaman neolitikum

Perhiasan zaman praaksara adalah perhiasan yang dibuat dan digunakan oleh manusia purba pada masa praaksara.

Perlu Anda ketahui bahwa perhiasan zaman praaksara menjadi salah satu bukti kekreatifan dalam bidang seni yang dibuat oleh manusia purba pada saat itu.

Beberapa contoh perhiasaan zaman praaksara yang berhasil ditemukan, seperti kalung manik-manik, anting tulang, gelang batu, dan cincin dari cangkang kerang.

4 Bahan Pembuatan Perhiasan Zaman Praaksara

gambar perhiasan zaman praaksara

Batu

Batu adalah salah satu bahan tertua yang digunakan manusia purba untuk membuat perhiasan. Hal itu karena batu memiliki kekuatan, keunikan, dan keindahan yang menarik. 

Beberapa jenis batu yang sering digunakan oleh manusia purba sebagai bahan perhiasan zaman praaksara adalah batu giok, kalsedon, hematit, obsidian, kalsedon, jaspin, dan akik (Henri, 2015 & Pratiwi, 2021).

Batu-batu tersebut biasanya dipoles, dipahat, atau diukir menjadi berbagai bentuk dan ukuran sesuai dengan keinginan.

Tulang

Kedua, bahan pembuatan perhiasan zaman praaksara yang biasa digunakan oleh manusia purba yaitu tulang. 

Menurut Pratiwi (2021), manusia purba menggunakan berbagai bahan pembuatan perhiasaan pada zaman praaksara dari alam, seperti tulang, kerang, maupun batu.

Berikut beberapa alasan mengapa tulang dipilih oleh manusia purba untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan perhiasaan, antara lain:

  • Mudah didapatkan karena dapat berasal dari hewan buruan atau sisa makanan.
  • Memiliki tekstur yang halus dan warna yang putih atau krem, sehingga cocok untuk dijadikan perhiasan.
  • Dapat dibentuk menjadi berbagai macam bentuk, seperti lingkaran, segitiga, atau spiral, dengan menggunakan alat-alat sederhana seperti batu atau gigi hewan.
  • Dapat dihiasi dengan ukiran, lukisan, atau lubang-lubang yang menambah nilai estetika perhiasan.

Beberapa contoh perhiasan yang dibuat dari tulang yang harus Anda ketahui adalah cincin, hiasan, dan gelang (Widya, 2023).

Kerang

Kerang merupakan salah satu bahan pembuatan perhiasan zaman praaksara yang sering digunakan oleh manusia praaksara, selain batu dan tulang.

Kerang memiliki berbagai bentuk, warna, dan tekstur yang menarik. Kerang juga mudah ditemukan di sekitar pantai atau laut dangkal. 

Proses pembuatan kerang yang dijadikan perhiasan adalah dengan mengikatkan tali atau benang pada lubang yang sudah ada atau dibuat pada cangkangnya. 

Selain itu, kerang juga dapat dipotong, dibentuk, atau diukir untuk membuat motif atau pola tertentu dan dapat juga dikombinasikan dengan bahan lainnya, seperti batu, kayu, maupun logam.

Perunggu

Terakhir, bahan pembuatan perhiasan zaman praaksara yang digunakan oleh manusia purba adalah perunggu. 

Manusia purba tidak hanya menggunakan batu dan tulang sebagai bahan pembuatan perhiasaan, akan tetapi manusia purba juga menggunakan perunggu dalam pembuatan perhiasan tersebut (Widya & Nada, 2021).

Pembuatan perhiasan dengan perunggu biasanya dibuat dengan teknik cor logam, yaitu menuangkan logam cair ke dalam cetakan yang dibuat dari tanah liat, batu, atau logam lain. 

Perlu Anda ketahui bahwa perhiasan perunggu pada zaman praaksara sering memiliki bentuk ukiran berupa geometris atau hewan, dan dihiasi dengan pola ukir, lubang, atau permata.

Selain itu, perhiasan yang berbahan perunggu menunjukkan bahwasannya manusia purba pada saat itu telah mampu untuk mengolah logam dan menciptakan berbagai perhiasan yang indah. 

Ciri Ciri Perhiasaan Zaman Praaksara

gambar perhiasan pada masa praaksara

Berikut beberapa ciri-ciri perhiasan zaman praaksara yang harus Anda ketahui, antara lain:

Bahan Dasarnya Berasal dari Alam

Pertama, ciri-ciri perhiasaan zaman praaksara adalah bahan dasarnya yang berasal dari alam. 

Perhiasaan pada zaman praaksara dibuat dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti tulang binatang, cangkang kerang, batu-batuan, dan perunggu. 

Bahan-bahan tersebut dipilih karena memiliki nilai estetika, kekuatan, dan kemudahan dalam membentuknya. 

Bentuk dan Desain yang Sederhana

Kedua, bentuk dan desain yang sederhana pada ciri-ciri perhiasaan zaman praaksara.

Perlu Anda ketahui bahwa bentuk dan desain perhiasaan ini biasanya mengikuti bentuk asli bahan-bahannya, tanpa banyak dimodifikasi atau penambahan hiasan oleh manusia purba.

Beberapa contoh bentuk dan desain yang sederhana tersebut, seperti gelang, kalung, anting-anting dari batu atau tulang yang dilubangi, dan manik-manik dari batu atau tulang yang disusun.

Teknik Pembuatan Masih Tradisional

Ketiga, ciri-ciri perhiasan zaman praaksara adalah teknik pembuatannya yang digunakan oleh manusia purba masih sederhana dan tradisional. 

Berikut teknik-teknik yang digunakan oleh manusia purba untuk membuat perhiasan zaman praaksara, antara lain:

  • Teknik mengukir yaitu membuat motif atau pola pada permukaan bahan dasar perhiasaan dengan alat yang tajam seperti pisau, paku, atau batu.
  • Teknik melubangi yaitu membuat lubang pada bahan dasar dengan alat yang tumpul seperti kayu, bambu, atau tulang. 

Lubang yang dibuat tersebut berfungsi sebagai tempat mengikat tali atau benang untuk menjadikan perhiasan sebagai kalung, gelang, atau anting-anting.

  • Teknik menggosok yaitu menghaluskan permukaan bahan dasar yang digunakan dengan alat kasar seperti pasir, kerikil, atau kulit binatang. 

Teknik menggosok bertujuan untuk membuat perhiasan menjadi lebih bersih, berkilau, atau berwarna.

Corak Hias Sederhana tetapi Menarik

Terakhir, corak hias pada perhiasan yang masih sederhana namun menarik merupakan ciri-ciri perhiasaan zaman praaksara. 

Corak hias ini biasanya berupa garis geometris yang diukir pada permukaan perhiasaan, seperti gelang, kalung, anting, atau cincin. 

Anda harus tahu bahwa corak hias tersebut dapat berupa garis lurus, lengkung, zigzag, atau gabungan dari berbagai bentuk geometris. 

Tentunya, corak hias pada perhiasaan memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan kepercayaan, status sosial, atau identitas kelompok masyarakat zaman praaksara. 

Berbagai Fungsi Perhiasan Zaman Praaksara

gambar perhiasan pada masa bercocok tanam

Sebagai simbol status sosial

Fungsi pertama perhiasan pada zaman praaksara adalah sebagai simbol status sosial.

Perhiasan yang dipakai oleh seseorang dapat menunjukkan peran dan kedudukannya di dalam masyarakat praaksara. 

Misalnya, perhiasan yang terbuat dari bahan langka, mahal, atau sulit diperoleh biasanya hanya dipakai oleh pemimpin, tokoh agama, atau orang-orang kaya. 

Selain itu, perhiasan yang digunakan juga dapat menunjukkan afiliasi kelompok, seperti suku, klan, atau aliansi. 

Biasanya perhiasan tersebut memiliki memiliki ciri khas tertentu yang dapat menjadi tanda pengenal untuk anggota kelompoknya.

Sebagai perlindungan atau keberuntungan

Fungsi kedua perhiasan zaman praaksara adalah sebagai perlindungan atau keberuntungan untuk yang memakainya. 

Beberapa perhiasan yang dibuat pada zaman praaksara berasal dari bahan-bahan yang dianggap memiliki kekuatan magis, seperti batu, logam, gigi, atau tulang binatang. 

Perhiasan-perhiasan ini dapat berbentuk cincin, kalung, gelang, atau anting-anting.

Masyarakat praaksara percaya bahwa perhiasan-perhiasan tersebut dapat memberikan perlindungan dari roh-roh jahat, penyakit, bencana alam, atau musuh. 

Selain itu, perhiasan-perhiasan yang digunakannya dipercaya dapat membawa keberuntungan dalam hal kesehatan, kesuburan, kekayaan, atau cinta. 

Sebagai pelengkap ritual atau tradisi

Selanjutnya, fungsi perhiasan zaman praaksara adalah sebagai pelengkap ritual atau tradisi untuk menunjukkan status sosial, identitas kelompok, atau kepercayaan tertentu. 

Perhiasan yang dipakai dalam ritual atau tradisi biasanya memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan nilai-nilai budaya, sejarah, atau mitologi masyarakat praaksara. 

Perhiasannya sering kali dibuat dari bahan-bahan alami, seperti batu, tulang, gigi, kulit, kayu, atau tanaman. 

Selain itu, bentuk, ukuran, warna, dan motif perhiasan bervariasi sesuai dengan kebiasaan dan kreativitas masyarakat praaksara saat itu.

Sebagai perlengkapan ritual penguburan

Terakhir, fungsi perhiasan zaman praaksara adalah sebagai perlengkapan ritual penguburan. 

Hal itu karena perhiasan dipercaya dapat melindungi atau membimbing roh seseorang yang telah mati dalam perjalanan menuju alam baka. 

Kemudian, perhiasan juga dapat menunjukkan status sosial, kekayaan, atau identitas kelompok yang mati. 

Beberapa contoh perhiasan yang digunakan sebagai perlengkapan ritual penguburan adalah gelang, kalung, anting-anting, cincin, dan manik-manik. 

Kesimpulan

gambar perhiasan zaman logam

Perhiasan zaman praaksara merupakan salah satu kemajuan di dalam kehidupan manusia zaman praaksara.

Manusia purba saat itu telah mampu mengolah berbagai bahan alami, seperti batu, tulang, kerang, dan logam untuk dijadikan perhiasaan. 

Perhiasaan tersebut berfungsi sebagai simbol status sosial, perlindungan atau keberuntungan, pelengkap ritual dan tradisi, serta perlengkapan ritual penguburan.

Ciri-ciri perhiasan zaman praaksara antara lain bahan dasarnya berasal dari alam, bentuk dan desainnya sederhana mengikuti bahan aslinya, teknik pembuatannya masih tradisional, serta corak hiasnya sederhana namun menarik. 

Dimana pembuatan perhiasaan tersebut memanfaatkan berbagai teknik seperti mengukir, melubangi, dan menggosok permukaan bahan dasarnya.

Dengan mempelajari perhiasan zaman praaksara, maka ANda dapat memahami kebudayaan serta kehidupan manusia purba pada zaman praaksara dari sisi teknologi, seni, struktur sosial, kepercayaan, dan ritual mereka saat itu.

Sekarang Anda telah mengetahui tentang perhiasan zaman praaksara. Selanjutnya, cari tahu mengenai pembagian zaman praaksara berdasarkan geologi.