Ciri Ciri Kehidupan Menetap Manusia Zaman Praaksara

Ciri ciri kehidupan menetap manusia purba pada zaman praaksara tepatnya pada zaman neolitikum yang mulai bercocok tanam dan berternak atau food producing.

Kehidupan manusia praaksara selalu berkembang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pada awalnya, manusia praaksara hidup dengan cara nomaden atau hidup berpindah-pindah tempat tinggal. Selanjutnya, manusia praaksara mulai hidup dengan pola kehidupan semi nomaden atau hidup berpindah-pindah tempat tinggal dengan menetap agak lama.

Tidak berhenti sampai disitu, melainkan manusia purba terus berkembang hingga mencapai pola kehidupan menetap di suatu wilayah atau sedenter. Pola kehidupan menetap manusia praaksara menunjukkan perkembangan dan kemampuan manusia praaksara yang semakin baik. Begitu pula dengan perkembangan manusia praaksara dalam hal memenuhi kebutuhannya. Dimana manusia praaksara sudah mulai hidup dengan food producing dan tidak lagi food gathering.

Lantas, bagaimana ciri ciri kehidupan menetap manusia pada zaman praaksara?

Pada kesempatan kali ini, Blog Pelajaran Sekolah akan membahas mengenai ciri ciri kehidupan menetap manusia zaman praaksara. Maka dari itu, bagi sobat yang belum mengetahui mengenai ciri ciri kehidupan menetap manusia zaman praaksara dapat membaca artikel ini sampai selesai.

Selamat Membaca!!!

Zaman Praaksara


Apa itu zaman pra aksara?

Gambar Zaman Praaksara
Gambar Zaman Praaksara

Zaman praaksara adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Zaman praaksara mengacu pada kehidupan manusia yang belum mengenal tulisan. Sehingga, pada waktu itu, komunikasi antar manusia purba menggunakan mulut secara langsung maupun lukisan di dinding gua. Zaman praaksara disebut juga nirleka, nir berarti tanpa dan leka berarti tulisan, jadi nirleka adalah zaman tanpa tulisan.

Sebelum adanya tulisan, pada zaman praaksara manusia purba berkomunikasi secara langsung menggunakan mulut maupun lukisan di dinding gua sebagai alat komunikasi pada waktu itu.

Zaman praaksara sering kali diartikan sebagai zaman prasejarah. Namun, penggunaan zaman prasejarah sudah tidak digunakan kembali dan diganti dengan zaman praaksara. Hal ini karena, semenjak adanya manusia di bumi, maka sudah ada sejarah yang terjadi. Sehingga, penyebutan zaman praaksara lebih tepat dibandingkan prasejarah.   


Waktu Zaman Praaksara


Waktu zaman praaksara berakhir berbeda beda di setiap wilayah, tetapi untuk dimulainya zaman praaksara secara bersama sama. Pada umumnya, zaman praaksara dimulai sejak manusia ada dan berakhir setelah manusia mengenal tulisan.

Namun, pertama kali manusia mengenal tulisan, bukan tulisan seperti saat ini melainkan tulisan yang berbeda. Tulisan untuk pertama kalinya pada waktu itu adalah berbentuk simbol – simbol maupun gambar simbol yang berbentuk seperti apa yang diucapkan oleh pembicaranya.

Di Indonesia, zaman praaksara berakhir setelah ditemukannya sebuah prasasti yaitu prasasti yupa. Prasasti yupa ditemukan di kerajaan kutai di Kalimantan Timur. Prasasti yupa ditemukan pada abad ke 4 Masehi. Dengan ditemukannya yupa membuktikan adanya perkembangan tulisan di Indonesia, sehingga Indonesia memasuki zaman aksara. Berkembangnya zaman aksara di Indonesia barengi juga dengan perkembangan kerajaan hindu-budha di Indonesia.

Pembagian Zaman Praaksara


Di setiap wilayah pembagian zaman praaksara berbeda beda. Hal ini disebabkan oleh perpecahan benua Pangea menjadi pulau pulau dan ketersediaan bahan baku tersebut pada waktu itu. Di Indonesia, zaman praaksara dibagi menjadi dua yaitu periodisasi zaman praaksara berdasarkan geologi dan zaman praaksara berdasarkan arkeologi.

Dibawah ini penjelasan singkat mengenai zaman praaksara berdasarkan geologi dan arkeologi adalah sebagai berikut.

  • Zaman praaksara berdasarkan geologi terbagi menjadi zaman arkaekum, zaman paleozoikum, zaman mesozoikum, dan zaman neozoikum.
  • Zaman praaksara berdasarkan arkeologis terbagi atas zaman paleolitikum, zaman mesolitikum, zaman neolitikum, zaman megalitikum, zaman perunggu, dan zaman besi.
Itulah pembagian zaman praaksara yang perlu diketahui.

Gambar Zaman Neolitikum
Gambar Zaman Neolitikum

Ciri Ciri Kehidupan Menetap Manusia Zaman Praaksara


Ciri ciri pola kehidupan menetap manusia praaksara dapat menggambarkan kehidupan pada waktu itu. Ciri kehidupan menetap terjadi pada zaman neolitikum disebut juga dengan ciri ciri kehidupan masa bercocok tanam. Hal ini karena pada ciri ciri kehidupan menetapnya, manusia purba sudah dapat bercocok tanam.

Lantas, apa saja ciri-ciri kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam dan menetap? Dibawah ini disebutkan beberapa ciri ciri kehidupan menetap manusia zaman praaksara adalah sebagai berikut.

  • Hidup menetap berkelompok.
  • Tempat tinggal daerah subur.
  • Peralatan manusia purba zaman praaksara sudah halus.
  • Manusia purba bercocok tanam dan beternak.
  • Adanya pemilihan kepala suku.
Itulah ciri ciri kehidupan masyarakat praaksara pada masa menetap. Selanjutnya, dibawah ini dijelaskan mengenai ciri-ciri kehidupan masa bercocok tanam yang telah disebutkan diatas adalah sebagai berikut.


Hidup Menetap Berkelompok


Pertama, ciri-ciri kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam dan menetap adalah hidup menetap berkelompok.

Pada perkembangannya, manusia purba hidup secara berkelompok. Walaupun hidup secara berkelompok sudah ada sejak pola kehidupan nomaden dan pola kehidupan semi nomaden. Tetapi, kehidupan berkelompok pada pola kehidupan menetap jauh lebih berkembang. Selain itu, masyarakat pada kehidupan menetap hidup berkelompok dalam jumlah yang cukup besar. Hal ini karena adanya penambahan jumlah penduduk dari kelahiran. Itulah ciri ciri kehidupan pada masa bercocok tanam atau menetap.

Tempat Tinggal Daerah Subur


Kedua, ciri-ciri kehidupan pada masa praaksara tepatnya menetap adalah tempat tinggal daerah subur.

Pada ciri ciri kehidupan menetap, manusia purba tinggal dan menetap di daerah yang subur tanahnya dan dekat dengan sumber air. Hal ini dilakukan agar manusia purba mampu dalam memproduksi makanan secara mandiri. Hal ini karena manusia purba sudah dapat bercocok tanam dan beternak secara mandiri, sehingga tidak lagi bergantung terhadap hasil alam atau food gathering, melainkan food producing,

Itulah ciri ciri kehidupan manusia pada pola kehidupan menetap.

Peralatan Manusia Purba Zaman Praaksara Sudah Halus


Ketiga, ciri-ciri kehidupan pada manusia waktu menetap adalah peralatan manusia purba zaman praaksara sudah halu.

Seiring berjalannya waktu, kehidupan manusia terus berkembang dan semakin baik dibandingkan sebelumnya. Hal ini terlihat juga pada peralatan manusia purba zaman praaksara yang semakin baik, halus, dan berbentuk. Dengan peralatan manusia purba zaman praaksara yang semakin beraneka ragam dan halus, maka manusia purba dapat melakukan berbagai kegiatan lainnya, seperti bercocok tanam dan beternak.

Beberapa contoh peralatan manusia purba zaman praaksara pada pola kehidupan menetap adalah sebagai berikut.

  • Kapak persegi.
  • Kapak lonjong.
  • Mata panah.
  • Gerabah tanah liat.
  • Pemukul kulit kayu.
Tentunya peralatan manusia purba zaman praaksara pada kehidupan menetap masih sangat banyak lagi. Itulah ciri ciri pola kehidupan menetap yang ketiga.

Gambar Kehidupan Manusia Purba
Gambar Kehidupan Manusia Purba

Manusia Purba Bercocok Tanam Dan Beternak


Keempat, ciri ciri kehidupan menetap manusia zaman praaksara adalah manusia purba bercocok tanam dan beternak.

Pada pola kehidupan menetap, salah satu ciri khasnya adalah manusia purba bercocok tanam dan beternak. Kegiatan manusia purba bercocok tanam dan beternak didukung oleh peralatan manusia purba yang semakin baik, beraneka ragam, dan halus. Selain itu, tempat tinggal manusia purba di sekitar aliran air dan daerah yang subur. Tentunya hal ini sangat menguntungkan manusia purba.

Itulah ciri ciri kehidupan menetap manusia purba zaman praaksara yang keempat.

Adanya Pemilihan Kepala Suku


Kelima, ciri ciri kehidupan menetap manusia zaman praaksara adalah adanya pemilihan kepala suku.

Seiring berjalannya waktu, kehidupan manusia purba dalam suatu kelompok semakin bertambah banyak. Tentunya demi kelancaran dan mengatur kelompok tersebut agar lebih baik diperlukannya kepala suku. Kepala suku dipilih dari sistem primus inter pares yaitu sistem yang memiliki yang terkuat dari yang terkuat.

Baca Juga: Pola Kehidupan Pada Masa Praaksara: 3 Pola Lengkap

Dengan adanya kepala suku pulalah kehidupan manusia purba lebih berjalan dengan teratur. Begitu pula dengan pembagian kerja yang dilakukan lebih terarah dengan baik. Itulah ciri ciri kehidupan menetap manusia purba yang kelima.

Nah, itulah materi mengenai ciri ciri kehidupan menetap manusia zaman praaksara. Semoga materi mengenai ciri ciri kehidupan menetap manusia zaman praaksara dapat menambah wawasan sobat semuanya.

Jangan lupa baca juga artikel lainnya hanya di Blog Pelajaran Sekolah.

Terimakasih Telah Membaca Dan Berkunjung